Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra dan PDIP kompak menegur Pemerintah Kota Solo terkait pemasangan baliho ucapan selamat ulang tahun ke-65 kepada Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi).

Kedua partai mempertanyakan alasan pemasangan baliho tersebut, terutama karena perlakuan serupa tidak dilakukan saat Presiden Prabowo Subianto berulang tahun. Sorotan itu semakin menguat karena Wali Kota Solo, Respati Ardi, juga merupakan kader Partai Gerindra.

Ketua DPC Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut.

“Kenapa ketika Pak Prabowo kok tidak ada ucapan? Ini membuat saya juga agak kecewa sedikit dengan apa yang diberikan Mas Wali kepada Pak Jokowi, tetapi kenapa Pak Prabowo tidak ada. Padahal beliau juga menjadi kader Gerindra,” kata Ardianto Kuswinarno.

Ardianto mengatakan, pemasangan baliho tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat sekitar tujuh titik pemasangan yang menggunakan baliho milik Pemerintah Kota Surakarta.

“Saya dapat laporan dari beberapa rekan-rekan bahwa ada semacam ucapan dari beliaunya ada di beberapa, sekitar 7 titik, tapi semua pakai balihonya milik Pemkot Kota Surakarta,” katanya.

PDIP Pertanyakan Sumber Pendanaan Baliho

Politikus PDIP sekaligus anggota Komisi II DPR Solo, Silvester Rony Kamtoro, turut mempertanyakan sumber pendanaan pemasangan baliho tersebut.

Ia menyoroti potensi penyalahgunaan anggaran daerah apabila baliho tersebut menggunakan dana pemerintah.

Menurut Silvester, anggaran yang bersumber dari APBD seharusnya diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Uang APBD kan pasti harus digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi, golongan atau per orangan,” kata dia.

Silvester juga menilai pemasangan baliho berpotensi memunculkan kecemburuan politik di antara partai-partai lain.

Hal itu dikaitkan dengan citra Jokowi yang saat ini disebut identik dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Ini kan tidak pas karena Pak Jokowi kan kalau enggak salah dia sebagai Pembina PSI,” kata dia.