“Kita isi, kita bangun kerjasama yang baik dan melahirkan juga hasil kerja yang baik untuk kemajuan bangsa dan negara kita,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh peserta yang mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.

Sementara itu, dalam pidato tertulis Kepala BPIP RI yang dibacakan Danrem 042/Garuda Putih, disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ucap Danrem saat membacakan pidato.

Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa Pancasila tetap relevan di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dinilai menjadi pijakan moral untuk menjaga persatuan bangsa yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnis.

Sebagai bagian dari amanat konstitusi, Indonesia juga memiliki tanggung jawab untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut menjadi instrumen diplomasi yang relevan untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” baca Danrem mengutip pidato BPIP.