Lebih lanjut, pidato tersebut menyoroti kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, termasuk melalui keikutsertaan pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta berbagai upaya mediasi dalam konflik regional. Hal itu disebut sebagai wujud implementasi sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Danrem juga mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar simbol maupun teks sejarah. Selain itu, kepala daerah diingatkan agar setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial dan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat kecil sehingga tidak ada yang tertinggal.
Menutup pidato tersebut, Danrem mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” pungkasnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, Forkopimda Provinsi Jambi, unsur TNI/Polri, kepala OPD, ASN, serta perwakilan organisasi masyarakat dan pelajar. Upacara berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama.

