Selain aspek kebencanaan, program Desa Binaan ini juga menaruh perhatian pada ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Sebab, dampak bencana tidak hanya terlihat dari kerusakan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas ekonomi, keamanan keluarga, dan keberlanjutan kehidupan warga.

 

Melalui program ini, USU mendorong agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam proses pengurangan risiko bencana. Komunikasi risiko yang mudah dipahami warga, kesiapan perangkat desa, serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun desa yang lebih tangguh.

 

Setelah pelaksanaan FGD, program akan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan bahwa hasil kegiatan tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti dan digunakan oleh pemerintah desa maupun masyarakat.

 

Pertemuan perdana ini menjadi langkah awal kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana. Dengan kondisi desa yang rawan banjir dan angin puting beliung, penguatan DESTANA di Desa Sidoharjo I Pasar Miring menjadi kebutuhan yang mendesak agar masyarakat lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.