Waktu Pijat Bayi Juga Harus Diperhatikan

Selain teknik, waktu melakukan pijat bayi juga menjadi faktor penting. Mengacu pada pedoman dari Cambridge University Hospitals, bayi sebaiknya tidak dipijat saat sedang tidur, lapar, menangis, demam, atau mengalami infeksi.

Dalam kondisi tersebut, tubuh bayi dinilai belum siap menerima stimulasi tambahan. Memijat bayi yang sedang tidak nyaman justru berpotensi memperburuk kondisinya.

AAP juga menyarankan orang tua untuk memperhatikan respons bayi selama dipijat, seperti apakah bayi terlihat rileks dan menikmati sentuhan atau justru tampak gelisah dan tidak nyaman. Jika bayi menunjukkan tanda ketidaknyamanan, pijatan sebaiknya segera dihentikan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pedoman medis yang menekankan bahwa infant massage harus mengikuti kondisi bayi dan tidak boleh dipaksakan hanya karena dianggap bermanfaat.

Manfaat Pijat Bayi Menurut Penelitian

Sejumlah penelitian menunjukkan pijat bayi memiliki berbagai manfaat. Salah satunya dalam tinjauan penelitian bertajuk Effect of Infant Massage yang menyebut pijat bayi dapat membantu meredakan nyeri, mendukung kenaikan berat badan, hingga membantu kondisi seperti jaundice atau penyakit kuning pada bayi.

Selain itu, pijat bayi juga dinilai bermanfaat untuk memperkuat bonding antara orang tua dan anak, mendukung pertumbuhan, serta membantu beberapa aspek perkembangan bayi.

Meski demikian, penelitian tersebut juga mengingatkan bahwa laporan mengenai efek samping pijat bayi masih terbatas. Karena itu, praktik pijat bayi tetap harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai anjuran medis.

Jika masih ragu, orang tua disarankan mempelajari teknik pijat bayi dari tenaga kesehatan atau terapis yang telah terlatih agar lebih aman.