Jakarta – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendesak pemerintah segera memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk melindungi kesehatan anak-anak di wilayah terdampak. Asap karhutla yang mengandung polutan PM2,5 dinilai berbahaya bagi kesehatan anak, termasuk berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan dampak paparan asap karhutla terhadap anak tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, tenaga medis di sejumlah kawasan terdampak masih menghadapi kasus gangguan pernapasan yang berkaitan dengan kondisi tersebut.
Piprim menegaskan bahwa penanganan medis dan penggunaan masker hanya menjadi langkah sementara. Solusi utama yang harus dilakukan adalah menghentikan sumber pencemaran melalui pemadaman karhutla secepat mungkin.
“Dampak penanganan atau pengobatan akibat karhutla terhadap kesehatan atau aspek lain itu luar biasa. Saya kira kalau ditanya apa solusi terbaik ya pemadaman secepat cepatnya,” kata Piprim dalam webinar pada Selasa (3/11).
Ia juga menyarankan pemerintah untuk membuka kerja sama dengan negara-negara tetangga atau mencari bantuan internasional apabila menghadapi keterbatasan dalam menangani kebakaran.
“Penggunaan masker itu bukan solusi utama tapi sementara. Solusinya ya pemadaman sesegera mungkin. Kalau tidak mampu ya cari bantuan dari luar,” imbuhnya.
Sementara itu, dokter spesialis anak subspesialis respirologi-konsultan, Khairiyadi, mengungkapkan adanya peningkatan kasus gangguan pernapasan anak sejak karhutla terjadi.

