JAMBI — Wali Kota Jambi menyatakan duka mendalam atas meninggalnya remaja berusia 16 tahun dalam kasus tawuran di kawasan WTC Jambi. Pemerintah Kota Jambi juga memastikan mendukung penuh proses hukum terhadap para pelaku.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., serta jajaran Forkopimda, unsur Pemerintah Kota Jambi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Komdigi, serta pihak terkait hadir dalam konferensi pers yang di gelar di Mapolresta Jambi, Jum’at (21/8/26). 

Mewakili Pemerintah Kota Jambi, ia mengapresiasi langkah cepat Polresta Jambi dan Polda Jambi dalam mengungkap kasus yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tersebut.

“Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam terhadap korban, anak kita yang masih berusia 16 tahun. Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Polres Jambi dan Polda Jambi yang dalam waktu singkat mampu mengungkap kejadian ini,” ujarnya.

Menurutnya, proses hukum terhadap para pelaku harus dihormati dan berjalan sesuai ketentuan. Pemkot Jambi, kata dia, mendukung sepenuhnya proses tersebut karena aksi tawuran telah mengakibatkan hilangnya nyawa.

Ia menegaskan, aksi berandalan bermotor bukan sekadar persoalan ketertiban lalu lintas, tetapi sudah menjadi ancaman terhadap keamanan masyarakat.

“Berandalan bermotor ini adalah musuh kita bersama. Hampir tidak ada manfaatnya, justru dampak buruknya jauh lebih besar,” tegasnya.

Pemkot Bahas Jam Malam Anak

Sebagai langkah pencegahan, Pemkot Jambi akan menggelar rapat bersama Forkopimda pada Senin mendatang. Salah satu agenda yang akan dibahas adalah penerapan edaran mengenai pembatasan aktivitas anak pada malam hari.