LABUAN BAJO — Ribuan umat Katolik bersama masyarakat lintas etnis dan agama mengikuti Ziarah Komunal Maria Assumpta Nusantara di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 14 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama Festival Golo Koe 2026. Ziarah digelar melalui perjalanan laut menggunakan kapal pinisi dan dilanjutkan dengan prosesi darat yang melewati tujuh stasi. Perjalanan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga membawa pesan tentang persaudaraan, kepedulian terhadap lingkungan, serta keharmonisan masyarakat Labuan Bajo yang hidup dalam keberagaman.

Ketua Umum Festival Golo Koe 2026, RD Yohanes Fakundo Selman, mengatakan ziarah menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk merawat keutuhan alam Labuan Bajo.

“Ziarah ini bukan hanya perjalanan iman, tetapi juga menjadi ajakan untuk menjaga keutuhan alam Labuan Bajo,” jelasnya.

Menurut Yohanes, keterlibatan masyarakat lokal, pemerintah, dan berbagai komunitas dalam rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan semangat bersama untuk menjaga Labuan Bajo agar tetap berakar pada kearifan lokal sekaligus lestari bagi generasi mendatang.

Dalam tradisi iman Katolik, ziarah menuju Gua Maria tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan fisik. Ziarah menjadi perjalanan batin yang mengarahkan umat kepada Sang Khalik sebagai tujuan akhir.

Dalam prosesi Maria Assumpta Nusantara, Bunda Maria dihadirkan sebagai teladan kesetiaan yang membawa harapan dan sukacita bagi mereka yang menghadapi berbagai tantangan kehidupan.