Melalui ziarah tersebut, umat diajak untuk “melangkah bersama” sebagai wujud persaudaraan sinodal yang inklusif.

Wajah Keberagaman Labuan Bajo

Semangat kebersamaan semakin terasa dalam prosesi yang menampilkan keberagaman budaya Labuan Bajo. Masyarakat dari berbagai suku dan budaya ikut ambil bagian dalam menyambut perjalanan ziarah tersebut.

Orasi.ID
Foto: Salah satu momen perarakan yang memadukan berbagai kebudayaan.

Prosesi juga menjadi gambaran Labuan Bajo sebagai “Rumah Bersama”, tempat keberagaman etnis dan budaya bertemu dalam suasana persaudaraan.

Dalam perjalanan menuju kawasan Kampung Ujung, umat dari etnis Manggarai menyambut kedatangan Patung Bunda Maria dengan tarian Jai. Sementara itu, masyarakat etnis Ngadha-Bajawa turut menyambut rombongan dengan penuh sukacita ketika tiba di Waterfront City Marina Labuan Bajo.

Rangkaian prosesi dimulai sekitar pukul 15.30 WITA dari Kapela Stella Maris. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan melalui jalur laut dengan melibatkan 12 kapal pinisi dan puluhan motor keting.

Setibanya di daratan, rombongan melanjutkan perjalanan melewati Jalan Soekarno-Hatta hingga akhirnya berakhir di Gua Maria Bukit Golo Koe pada hari itu.

Puncak Festival Golo Koe 2026

Festival Golo Koe 2026 yang telah masuk dalam Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) dijadwalkan mencapai puncaknya pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Puncak perayaan akan ditandai dengan Ekaristi Akbar Maria Assumpta di Waterfront City, Labuan Bajo.