Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan sebanyak 15 perusahaan berpotensi melantai di pasar saham melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) dalam beberapa bulan ke depan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan seluruh perusahaan tersebut diperkirakan akan tercatat di bursa paling lambat pada Agustus 2026.
“Jadi kalau dari sisi laporan keuangannya itu bervariasi. Ada yang Juni, ada yang di Agustus. Jadi yang 15 itu adalah perusahaan-perusahaan yang sangat berpotensi untuk tercatat sampai dengan Agustus,” ujar Nyoman saat ditemui di Gedung BEI, Selasa (19/5).
Meski demikian, Nyoman belum mengungkap identitas perusahaan yang akan melakukan IPO tersebut. Ia hanya memberikan gambaran mengenai sektor usaha yang mendominasi.
Menurutnya, sektor consumer cyclical menjadi yang paling banyak, disusul consumer non-cyclical, infrastruktur, teknologi, hingga healthcare.
“15 ini kalau kita lihat sektornya yang paling banyak itu ada di consumer cyclical, terus kemudian yang berikutnya di consumer noncyclical, kemudian ada infrastructure, kemudian ada teknologi healthcare. Ini kan menarik juga ya,” katanya.
Dari total 15 perusahaan tersebut, sebanyak 11 perusahaan masuk kategori aset besar, sementara empat lainnya merupakan perusahaan menengah.

