Jakarta — Di sebuah kota kecil di Hokkaido, aroma roti panggang Prancis justru terasa hangat ketika sebagian besar warga sudah tertidur. Sebuah toko kecil di Memuro yang biasanya tutup pada Minggu siang kembali membuka pintunya pukul 21.00 malam.

Namun, pengunjung yang datang bukan pencari camilan larut malam, melainkan para ibu yang membawa bayi mereka yang terus menangis.

Tempat itu bukan sekadar kafe biasa. Ruangan sederhana tersebut menjadi tempat perlindungan bagi ibu-ibu yang kelelahan menghadapi malam panjang bersama anak mereka.

Kafe tersebut bernama Oyako no Koya atau “Rumah Orang Tua dan Anak”, yang digagas oleh Madoka Nozawa (28). Sejak Oktober tahun lalu, ia membuka ruang itu secara gratis setiap Minggu malam hingga pukul 06.00 pagi.

Di dalamnya tersedia alas bermain untuk bayi merangkak dan tidur, area menyusui, hingga tempat mengganti popok. Sejumlah relawan perempuan juga turut membantu menjaga anak-anak dan menemani para ibu berbincang.

Bagi banyak ibu, ruang tersebut menghadirkan sesuatu yang sulit ditemukan, yakni kesempatan untuk bernapas sejenak tanpa merasa dihakimi.

Seorang perempuan berusia 34 tahun yang sedang menjalani cuti melahirkan datang bersama dua anaknya yang berusia 1 dan 6 tahun. Ia mengaku kunjungan ke tempat itu memberinya jeda mental yang sangat dibutuhkan.

“Datang ke sini memberi saya kesempatan untuk berbicara dengan seseorang dan membuat pikiran saya lebih lega,” ujarnya kepada Kyodo News seperti dikutip VNExpress.

Nozawa memahami kondisi tersebut secara personal. Saat anak pertamanya masih bayi, ia sering menghabiskan malam sendirian menghadapi tangisan anak karena suaminya harus bekerja keesokan harinya.

“Saya ingin tempat ini menjadi ruang perlindungan agar orang-orang merasa mereka tidak sendirian menghadapi kesulitan,” kata Nozawa.