Kucing lebih mudah mengalami gangguan kesehatan pada kulit, mata, saluran kemih, dan organ lainnya.

Gejala-gejala tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa kucing terinfeksi FIV. Beberapa penyakit lain juga dapat menimbulkan tanda serupa sehingga pemeriksaan dokter hewan tetap diperlukan.

Bagaimana Cara Mengetahui Kucing Terinfeksi FIV?

Infeksi FIV tidak bisa dipastikan hanya dengan melihat kondisi fisik atau perilaku kucing. Pemeriksaan darah menjadi salah satu cara utama untuk mendeteksi infeksi tersebut.

Dokter hewan umumnya menggunakan tes antibodi FIV, termasuk melalui metode rapid test. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi antibodi yang diproduksi sistem kekebalan tubuh kucing setelah terpapar virus.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif, dokter hewan dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis. Hal ini penting karena hasil tes awal perlu ditafsirkan dengan mempertimbangkan usia kucing, riwayat paparan, dan kemungkinan hasil positif palsu.

Pemeriksaan FIV juga disarankan ketika seseorang baru mengadopsi kucing, terutama jika riwayat kesehatan dan lingkungan tempat tinggal sebelumnya tidak diketahui.

Selain itu, apabila di rumah sudah terdapat kucing lain, pemeriksaan terhadap kucing yang berpotensi terpapar perlu dipertimbangkan sebelum mereka tinggal bersama.

Apakah Kucing yang Terinfeksi FIV Bisa Disembuhkan?

Hingga kini, belum ada obat yang dapat menghilangkan infeksi FIV secara tuntas. Namun, bukan berarti kucing yang terinfeksi tidak bisa menjalani kehidupan yang nyaman.