Kontak seksual juga bukan jalur penularan yang signifikan dibandingkan gigitan.
Apa Saja Gejala FIV pada Kucing?
Salah satu hal yang membuat FIV sulit dikenali adalah kucing yang terinfeksi dapat tidak menunjukkan gejala selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Ketika gejala mulai muncul, kondisi kesehatan kucing biasanya berkaitan dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh dan munculnya infeksi sekunder.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan pemilik kucing antara lain:
1. Penurunan berat badan
Kucing mengalami penurunan berat badan meskipun tidak terdapat perubahan pola makan yang signifikan.
2. Nafsu makan berkurang
Kucing menjadi lebih sulit makan atau kehilangan ketertarikan terhadap makanan.
3. Peradangan gusi dan mulut
Salah satu masalah yang cukup sering ditemukan pada kucing FIV positif adalah peradangan gusi atau jaringan di dalam mulut.
4. Infeksi saluran pernapasan berulang
Kucing dapat mengalami bersin, hidung berair, dan gangguan pernapasan yang berulang.
5. Diare berkepanjangan
Gangguan pencernaan dapat terjadi akibat infeksi sekunder.
6. Bulu kusam dan tidak terawat
Penurunan kondisi kesehatan dapat memengaruhi kualitas bulu kucing.
7. Demam dan pembengkakan kelenjar getah bening
Kondisi ini dapat muncul pada fase awal infeksi.
8. Lesu dan kurang aktif
Kucing terlihat lebih sering tidur, tidak bersemangat bermain, atau menarik diri dari lingkungan sekitarnya.
9. Anemia
Pada sebagian kucing, FIV dapat berkaitan dengan gangguan darah, termasuk penurunan jumlah sel darah merah.
10. Infeksi berulang

