Berdasarkan analisis angin gradien pada ketinggian 3.000 feet tanggal 1 November 2026, angin dominan bergerak dari arah tenggara menuju selatan. Kecepatan angin di wilayah Jawa Timur tercatat mencapai hingga 25 knot.
Analisis lainnya menunjukkan nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) diperkirakan cenderung netral hingga negatif. Kondisi tersebut mengonfirmasi adanya gangguan gelombang atmosfer yang melintasi wilayah Jawa Timur.
Sementara itu, hasil pengamatan udara atas menunjukkan atmosfer di Jawa Timur berada dalam kondisi labil dengan konvektivitas sedang.
Perpaduan kondisi atmosfer tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat, petir, dan angin kencang.
BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Banjir dan Longsor
Menghadapi potensi cuaca ekstrem selama tujuh hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk terus memantau perkembangan kondisi cuaca.
Masyarakat juga diminta aktif memeriksa citra radar cuaca melalui situs resmi BMKG Juanda agar dapat mengetahui perubahan kondisi atmosfer terkini.
Perhatian khusus perlu diberikan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan dengan topografi curam, pegunungan, maupun tebing karena wilayah tersebut memiliki potensi terdampak bencana hidrometeorologi.
“Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang,” ujar Taufiq.

