Menurut Satriyo, jarak titik api dari permukiman warga diperkirakan sekitar 1–2 kilometer. Namun, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi belum terdampak secara langsung.

Petugas gabungan bersama relawan telah melakukan upaya pemadaman di kawasan tersebut. Seluruh titik api dilaporkan telah padam, meskipun kepulan asap masih terlihat di wilayah Penanjakan.

“Saat ini, api telah padam, namun masih terpantau kepulan asap di wilayah Penanjakan. Luasan wilayah yang terbakar 75,37 hektare, data masih berkembang,” ucap Satriyo.

Kebakaran di kawasan Bromo juga menimbulkan korban jiwa. Lima petugas gabungan dan relawan dilaporkan meninggal dunia saat melakukan upaya pemadaman.

Mereka adalah Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata (33), petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS); Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), karyawan hotel di sekitar lokasi; serta Munawi (44), anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP).

Sementara itu, satu orang yang mengalami luka-luka, Suraji (40), masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, akibat luka bakar yang dideritanya.

2. Kebakaran Gunung Sigiran Masih Sulit Dijangkau

Kebakaran juga terjadi di kawasan Gunung Sigiran, tepatnya di atas Surga Cendono, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Api dilaporkan mulai muncul pada Selasa (13/10/2026).

Satriyo menyebut jarak titik api dari permukiman warga sekitar 5–6 kilometer. Hingga Selasa, aktivitas masyarakat di kawasan tersebut belum dilaporkan terdampak secara langsung.