Skor FGS juga lebih tinggi pada kucing yang mengalami nyeri dibandingkan kelompok kontrol. Setelah mendapatkan obat pereda sakit, skor tersebut menurun.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan yang terlihat sepele pada wajah kucing dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi yang sedang dialaminya.
Tanda Sakit pada Kucing Bisa Sangat Halus
Menurut ISFM Consensus Guidelines on the Management of Acute Pain in Cats, nyeri pada kucing secara tradisional memang kerap kurang dikenali.
Salah satu penyebabnya adalah tanda-tanda rasa sakit pada kucing dapat bersifat halus dan mudah disalahartikan. Perubahan perilaku dapat menjadi salah satu petunjuk yang perlu diperhatikan.
Kucing yang sedang kesakitan dapat menjadi lebih diam, mengurangi aktivitas, mengubah posisi tubuh, atau tidak lagi melakukan aktivitas yang biasanya disukai. Perubahan nafsu makan juga dapat menjadi salah satu indikator.
Perubahan tersebut belum tentu langsung terlihat sebagai tanda bahwa kucing sedang sakit. Kucing yang biasanya aktif lalu lebih banyak tidur, misalnya, bisa saja dianggap sedang malas.
Begitu pula ketika kucing tiba-tiba lebih sering bersembunyi, enggan bergerak, atau tidak lagi mau bermain.
Karena itu, pemilik perlu memperhatikan perubahan dari kebiasaan normal kucing, bukan hanya mencari satu tanda tertentu.
Jangan Hanya Mengandalkan Ekspresi Wajah
Meski ekspresi wajah dapat menjadi petunjuk, penilaian terhadap rasa sakit pada kucing tidak sebaiknya hanya mengandalkan satu tanda.
Postur, perilaku, aktivitas, sikap, kenyamanan saat berinteraksi, posisi tubuh, serta ekspresi wajah perlu diperhatikan secara keseluruhan. Perubahan kebiasaan sehari-hari juga dapat menjadi informasi penting.

