Jakarta — Kucing dikenal sebagai hewan yang pandai menyembunyikan rasa sakit. Karena itu, perubahan kecil pada wajah maupun perilakunya perlu diperhatikan karena bisa menjadi petunjuk bahwa kucing sedang mengalami gangguan kesehatan.

Di balik wajah yang terlihat tenang, kucing bisa saja sedang menahan rasa sakit. Hewan ini tetap dapat diam, duduk seperti biasa, atau hanya terlihat sedikit lebih malas ketika mengalami masalah kesehatan.

Kondisi tersebut membuat rasa sakit pada kucing tidak selalu mudah dikenali. Perubahannya bisa sangat halus sehingga kerap disalahartikan sebagai perubahan suasana hati atau kebiasaan sehari-hari.

Sejumlah penelitian dan pedoman kedokteran hewan menunjukkan bahwa mengenali rasa sakit pada kucing memang menjadi tantangan. Bukan berarti kucing sengaja berpura-pura sehat, tetapi tanda nyeri yang muncul dapat sulit terlihat.

Studi Kembangkan Skala Wajah untuk Kucing

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, peneliti mengembangkan Feline Grimace Scale (FGS), yaitu alat untuk membantu menilai rasa sakit pada kucing melalui perubahan ekspresi wajah.

Penelitian tersebut melibatkan 35 kucing yang mengalami nyeri dan 20 kucing sebagai kelompok kontrol. Para peneliti merekam kucing dalam kondisi tidak terganggu, kemudian membandingkan ekspresi wajah kedua kelompok.

Kucing yang mengalami nyeri juga diberikan obat pereda sakit dan kembali direkam sekitar satu jam setelah pemberian obat.

Hasil penelitian menunjukkan adanya lima perubahan pada wajah yang dapat menjadi petunjuk rasa sakit, yaitu posisi telinga, mata yang menyipit, ketegangan pada moncong, perubahan posisi kumis, dan posisi kepala.