IA-ITB Papua dan Papua Barat juga menyoroti keterlibatan badan usaha milik daerah melalui skema participating interest. Skema ini berkaitan dengan partisipasi kepemilikan dalam wilayah kerja migas dan dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas keterlibatan daerah penghasil, sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, organisasi tersebut mendorong pembahasan mengenai peningkatan manfaat keuangan bagi daerah penghasil. Dana yang dikelola secara tepat diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.
Namun, pemanfaatan potensi mineral dan migas tetap membutuhkan perencanaan yang memperhatikan kondisi sosial dan lingkungan, termasuk kepentingan masyarakat adat serta keberlanjutan sumber daya alam.
Seminar Diharapkan Hasilkan Rekomendasi Konkret
IA-ITB Papua dan Papua Barat berharap seminar nasional tersebut menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengelola potensi mineral serta migas di Tanah Papua.
Hengky menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya investasi atau jumlah produksi sumber daya alam. Menurutnya, kesempatan masyarakat Papua untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi juga menjadi ukuran penting.
“Keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari besarnya investasi atau produksi sumber daya alam, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat Papua yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi,” tutup Hengky.

