Kegiatan industri mineral dan migas dapat membuka lapangan kerja, mendorong tumbuhnya sektor usaha pendukung, serta memperluas keterlibatan pelaku ekonomi lokal.
Meski demikian, pengembangan investasi baru masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan infrastruktur, tingginya biaya logistik, ketersediaan energi, dan kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Karena itu, IA-ITB Papua dan Papua Barat menilai penguatan kegiatan eksplorasi, kepastian berusaha, dan kebijakan yang mendukung investasi berkelanjutan diperlukan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam di wilayah tersebut.
PTFI Tekankan Manfaat Sosial dan Lingkungan
Direktur sekaligus Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menyampaikan bahwa mineral dan migas Papua merupakan sumber daya strategis yang berpotensi mendukung pembangunan daerah sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
“Pengelolaan sumber daya alam tidak hanya berbicara tentang besarnya potensi mineral atau nilai investasi, tetapi juga bagaimana kehadiran industri mampu menciptakan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Claus.
Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam perlu mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, lingkungan, tata kelola, serta penghormatan terhadap kearifan lokal.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan pertambangan PTFI turut menggerakkan perekonomian melalui penyerapan tenaga kerja, belanja lokal, kemitraan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan rantai pasok, serta kontribusi fiskal bagi daerah dan negara.

