Claus juga menyoroti pengolahan dan pengembangan industri hilir mineral di dalam negeri. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian dari penguatan rantai industri nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi dari pemanfaatan sumber daya mineral.

Menurut Claus, kepastian investasi jangka panjang perlu berjalan seiring dengan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab agar manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat terus diberikan.

“Pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat adat, dan generasi muda memiliki peran penting untuk memastikan potensi yang dimiliki Papua dapat memberikan manfaat yang semakin luas,” ujarnya.

Penguatan SDM Lokal Jadi Perhatian

Selain investasi, seminar tersebut menyoroti pentingnya meningkatkan partisipasi masyarakat Papua dalam industri mineral dan migas.

Pendidikan, pelatihan, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, masyarakat lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari eksplorasi dan produksi hingga pengolahan serta hilirisasi.

Penguatan kapasitas SDM juga berkaitan dengan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok industri. Kemitraan dengan perusahaan dan pengembangan UMKM menjadi salah satu jalur yang dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi.

Bagi IA-ITB Papua dan Papua Barat, peningkatan kualitas tenaga kerja dan keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dari pembangunan yang tidak hanya bertumpu pada produksi sumber daya alam, tetapi juga pada pengembangan kemampuan ekonomi daerah.

Dorong Eksplorasi Migas dan Manfaat bagi Daerah

Di sektor migas, penguatan eksplorasi dan produksi serta dukungan infrastruktur turut menjadi perhatian dalam seminar tersebut.