Pemerintah berharap ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di tengah fluktuasi ekonomi. Namun, dampak terhadap harga dan inflasi akan bergantung pada ketersediaan pasokan, jangkauan distribusi, serta keberlanjutan program.

Pemprov Jambi Siapkan Program LATIBA

Selain Gerakan Pangan Murah, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi berencana melanjutkan upaya pengendalian inflasi melalui program LATIBA atau Lahan Abadi Hortikultura.

Johansyah menjelaskan bahwa program tersebut diarahkan untuk menanam komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi di setiap kabupaten dan kota.

Menurut laporannya, program LATIBA saat ini telah berjalan di Kota Jambi dan Kabupaten Bungo. Kota Jambi disebut telah mengolah lahan seluas 10 hektare.

Program tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat pasokan komoditas hortikultura dan mengurangi tekanan harga ketika permintaan meningkat atau produksi terganggu.

Dalam kegiatan GPM tersebut, turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi, Staf Ahli Gubernur Jambi Muktamar Hamdi, jajaran Asisten Sekda Provinsi Jambi, perwakilan Pemerintah Kota Jambi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jambi Tedy Arif Budiman, perwakilan BPS dan Bulog, serta undangan lainnya.