Sementara itu, inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) pada September 2026 disebut mencapai 2,97 persen dibandingkan September 2025. Inflasi bulanan tersebut turun dari 0,38 persen pada Agustus menjadi 0,19 persen pada September 2026.

Menurut Sudirman, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi yang perlu diperhatikan. Dalam data yang dipaparkan, kelompok tersebut memberikan andil sebesar 0,27 persen secara bulanan dan 1,32 persen secara tahunan.

Sejumlah komoditas yang disoroti meliputi cabai merah, beras premium, dan daging ayam. Kenaikan harga cabai merah dikaitkan dengan tingginya permintaan, keterbatasan stok, serta gangguan produksi akibat cuaca ekstrem dan kemarau panjang.

Sementara itu, harga beras premium disebut dipengaruhi peralihan musim panen menuju musim tanam, biaya angkut, dan biaya kemasan. Daging ayam juga menjadi perhatian karena tingginya permintaan dan kebutuhan pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Beras SPHP Dijual Rp58 Ribu per 5 Kilogram

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, menjelaskan bahwa penyelenggaraan GPM merupakan tindak lanjut surat Badan Pangan Nasional mengenai pelaksanaan gerakan pangan murah secara serentak di tingkat nasional.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi dan Dinas Pertanian Kota Jambi. Johansyah menjelaskan bahwa pelaksanaan di Kota Jambi dilakukan bersama pemerintah kota karena provinsi tidak memiliki wilayah operasional untuk kegiatan tersebut.