“Untuk mendapatkan manfaat kesehatan, seseorang tidak harus terus-menerus berolahraga pada intensitas tertinggi,” katanya.

Berapa Heart Rate yang Ideal Saat Olahraga?

Untuk latihan aerobik secara umum, intensitas olahraga dapat dibagi berdasarkan persentase dari perkiraan denyut jantung maksimal.

Intensitas sedang berada di kisaran 50–70 persen dari denyut jantung maksimal, sedangkan intensitas berat berada di sekitar 70–85 persen.

Pada orang berusia 40 tahun dengan perkiraan denyut jantung maksimal 180 kali per menit, misalnya, kisaran intensitas sedang berada di sekitar 90–126 kali per menit. Sementara intensitas berat berada di sekitar 126–153 kali per menit.

Kisaran tersebut dapat menjadi panduan untuk menentukan intensitas latihan. Namun, angka itu tidak otomatis cocok untuk semua orang.

“Ini panduan saja, bukan cocok untuk semua orang secara pasti karena tentu ada kondisi medis yang bisa berbeda,” ujar Vito.

Artinya, seseorang tidak perlu memaksakan diri untuk mencapai angka tertentu hanya karena angka tersebut dianggap sebagai heart rate maksimal.

Apakah Batas Heart Rate Sama untuk Semua Jenis Olahraga?

Rumus perkiraan berdasarkan usia pada dasarnya tidak berubah meski jenis olahraga berbeda. Namun, denyut jantung tertinggi yang dicapai dan beban yang diterima tubuh dapat berbeda tergantung aktivitas yang dilakukan.

1. Running

Saat berlari, kebutuhan oksigen berlangsung terus-menerus. Karena itu, denyut jantung biasanya meningkat seiring dengan kecepatan dan beratnya usaha.