Versi Hollywood tersebut mengisahkan seorang pensiunan yang kembali bekerja sebagai pekerja magang di perusahaan rintisan fesyen milik perempuan muda. Film dengan anggaran produksi sekitar US$34 juta itu meraih pendapatan box office global sekitar US$194,6 juta.
Adaptasi Korea mempertahankan gagasan utama tentang hubungan antara pekerja senior dan pemimpin muda, tetapi menghadirkannya melalui karakter serta lingkungan kerja yang disesuaikan dengan konteks Korea Selatan.
Bagi penonton yang sudah mengenal versi Hollywood, film terbaru ini menawarkan kesempatan untuk melihat bagaimana cerita yang sama diterjemahkan ke dalam latar budaya dan dinamika profesional yang berbeda.
5. Disutradarai Kim Do-young
The Intern versi Korea disutradarai Kim Do-young, yang sebelumnya menggarap film Kim Ji-young, Born 1982 (2019) dan Once We Were Us (2025).
Kedua film tersebut mencatatkan jumlah penonton yang cukup besar di Korea Selatan. Kim Ji-young, Born 1982 meraih sekitar 3,67 juta penonton, sedangkan Once We Were Us mengumpulkan sekitar 2,6 juta penonton di bioskop Korea Selatan.
Once We Were Us sendiri merupakan remake dari film China Us and Them (2018).
Rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan untuk menantikan pendekatan Kim Do-young dalam mengadaptasi cerita The Intern. Ia juga terlibat dalam penulisan skenario bersama Wang Hye-ji.
Dengan kombinasi pemeran utama, persoalan dunia kerja, dan cerita yang telah dikenal melalui versi Hollywood, The Intern versi Korea menjadi salah satu film yang patut dicermati menjelang penayangannya di bioskop Indonesia pada akhir Oktober 2026.

