Kota Jambi — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menyalurkan bantuan senilai Rp141 juta kepada 10 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran di tujuh kelurahan yang tersebar di enam kecamatan di Kota Jambi.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Selasa (8/9/2026). Penyerahan turut didampingi Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., serta sejumlah kepala perangkat daerah, camat, dan lurah.

Bantuan diberikan setelah Pemkot Jambi melakukan verifikasi dan pendataan di lapangan untuk memastikan kondisi serta tingkat kerusakan yang dialami masing-masing korban.

Hasil verifikasi menunjukkan sebanyak 10 KK menerima bantuan berdasarkan kategori kerusakan berat, sedang, dan ringan. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp141 juta.

Maulana Berharap Bantuan Meringankan Beban Korban

Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami masyarakat. Ia berharap bantuan pemerintah dapat membantu meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan setelah kebakaran.

“Mudah-mudahan apa yang kami berikan ini dapat meringankan beban para korban. Inilah bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap warga yang sedang tertimpa musibah,” ujar Maulana.

Ia menjelaskan, sejak peristiwa kebakaran terjadi, Pemkot Jambi juga telah memberikan bantuan tanggap darurat sebagai bentuk respons awal terhadap kebutuhan para korban.

Menurut Maulana, bantuan lanjutan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung proses pemulihan serta memenuhi kebutuhan warga yang masih diperlukan pascakebakaran.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.

Wali Kota Jambi Ingatkan Warga Waspada Kebakaran

Pada kesempatan tersebut, Maulana juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Imbauan tersebut disampaikan mengingat Kota Jambi saat ini menghadapi kondisi musim kering yang cukup panjang.

Ia meminta masyarakat lebih memperhatikan berbagai sumber yang berpotensi memicu kebakaran, terutama instalasi dan penggunaan listrik di rumah.

“Waspada terhadap kebakaran itu penting, terutama di rumah. Mulai dari kelistrikan dan hal-hal lain yang bisa menimbulkan bahaya kebakaran. Oleh karena itu, camat dan lurah harus aktif menyosialisasikan kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran,” tegasnya.

Maulana menambahkan, upaya pencegahan kebakaran harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah melalui jajaran kewilayahan akan terus mendorong masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan mengantisipasi berbagai potensi kebakaran sejak dini.