Mengapa Pesawat Tidak Memilih Terbang di Atas Abu?

Secara teori, pesawat dapat menghindari wilayah yang terpapar abu vulkanik. Namun, pergerakan abu sangat dipengaruhi kondisi atmosfer dan angin.

Selain itu, sebaran abu dapat berada pada ketinggian tertentu dan tidak selalu dapat terlihat oleh mata.

Karena itu, ketika informasi meteorologi menunjukkan adanya potensi abu vulkanik di jalur penerbangan atau di sekitar bandar udara, operator penerbangan dapat melakukan perubahan rute, penundaan, pembatalan, atau penghentian sementara operasi.

Langkah tersebut bukan semata-mata karena bandara berada dekat dengan gunung api, melainkan karena keselamatan pesawat dan penumpang menjadi pertimbangan utama.

Penerbangan Dihentikan untuk Mencegah Risiko Lebih Besar

Erupsi Gunung Anak Krakatau menunjukkan bahwa dampak letusan gunung api dapat meluas hingga ke sektor penerbangan.

Abu vulkanik yang terbawa angin dapat mencapai ruang udara yang digunakan pesawat dan berpotensi mengganggu mesin, sistem pesawat, serta jarak pandang.

Karena itu, penghentian sementara penerbangan merupakan langkah mitigasi untuk mencegah pesawat memasuki wilayah yang berisiko.

Operasional penerbangan dapat kembali disesuaikan setelah kondisi sebaran abu dinilai aman berdasarkan informasi meteorologi dan penerbangan terbaru.