1. Bisa Mengganggu hingga Mematikan Mesin
Salah satu risiko terbesar adalah ketika abu vulkanik masuk ke mesin jet.
Partikel abu mengandung material yang dapat meleleh ketika masuk ke bagian mesin yang memiliki temperatur sangat tinggi. Material tersebut kemudian dapat menempel dan mengganggu komponen mesin.
Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat menyebabkan mesin kehilangan daya atau mengalami flameout.
BMKG menegaskan bahwa partikel abu vulkanik yang masuk ke ruang mesin dapat mengakibatkan kegagalan mesin dan berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan penerbangan.
2. Mengganggu Jarak Pandang Pilot
Abu vulkanik juga dapat mengurangi kemampuan pilot untuk melihat kondisi di luar pesawat.
Partikel yang bersifat abrasif dapat mengikis permukaan kaca kokpit. Jika paparan cukup tinggi, permukaan kaca dapat mengalami abrasi sehingga pandangan pilot terganggu.
Penurunan jarak pandang akibat abu vulkanik menjadi salah satu risiko yang harus diperhitungkan ketika menentukan apakah penerbangan dapat tetap beroperasi.
3. Dapat Mengganggu Sensor Pesawat
Partikel abu juga dapat berdampak pada sejumlah sistem pesawat.
Sensor yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai kondisi penerbangan harus bekerja secara akurat. Gangguan pada sensor dapat memengaruhi informasi yang diterima awak pesawat.
Karena itu, penerbangan tidak hanya mempertimbangkan apakah abu terlihat dari darat, tetapi juga apakah jalur penerbangan berpotensi melewati ruang udara yang mengandung abu vulkanik.

