Prancis Dukung Perubahan Peta

Prancis termasuk negara yang mendukung resolusi tersebut.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menyatakan negaranya ingin meninggalkan penggunaan Mercator dan beralih ke proyeksi yang lebih mencerminkan ukuran wilayah secara proporsional.

“Mengubah peta jelas tidak mengubah dunia. Tetapi mengoreksi representasi yang terdistorsi sudah merupakan tindakan kebenaran,” kata Barrot seperti dikutip AFP.

Dukungan tersebut juga mendapat perhatian karena Prancis sedang berupaya memperkuat kembali hubungan dengan negara-negara Afrika, termasuk sejumlah negara yang memiliki sejarah kolonial dengan Prancis.

Jadi, Apakah Dunia Akan Menggunakan Peta Baru?

Belum tentu seluruh dunia akan meninggalkan Mercator.

Resolusi PBB lebih tepat dipahami sebagai dorongan internasional untuk menggunakan proyeksi peta yang mempertahankan perbandingan luas benua, terutama ketika peta digunakan untuk pendidikan, informasi publik, media, dan platform digital.

Togo sendiri berencana mulai mengganti materi peta di sekolahnya dengan proyeksi yang lebih akurat terhadap luas wilayah pada akhir 2026.

Pada akhirnya, resolusi ini bukan mengubah bentuk atau ukuran Bumi. Yang berubah adalah cara Bumi direpresentasikan dalam bidang datar.

Peta Mercator tetap memiliki tempat dalam dunia navigasi. Namun, untuk memahami seberapa besar Afrika dibandingkan Greenland, atau bagaimana luas berbagai benua sebenarnya, proyeksi seperti Equal Earth memberikan gambaran yang lebih mendekati kenyataan.