Lebih lanjut, pihak kepolisian masih memeriksa saksi, melengkapi berkas perkara, berkoordinasi dengan kejaksaan, serta mengembangkan penyelidikan terhadap pelaku lainnya.
Polisi Soroti Ajakan Tawuran di Media Sosial
Kasus tersebut menjadi perhatian kepolisian karena aksi tawuran diawali komunikasi dan ajakan melalui media sosial.
“Kami dari Polresta maupun Polda Jambi terus melakukan monitor terhadap mereka melalui tim cyber,” kata Kapolresta.
Selain itu, Polisi meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama penggunaan telepon seluler, media sosial, pergaulan, serta aktivitas pada malam hari.
Orang tua juga diminta membatasi jam malam dan memastikan anak kembali ke rumah dalam kondisi aman.
Pihak sekolah turut diminta memperkuat pengawasan, termasuk terhadap kendaraan yang digunakan pelajar. Polisi secara khusus menyoroti penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi sebagai salah satu hal yang perlu menjadi perhatian.
Polisi Tegaskan Geng Motor Tak Boleh Berkembang di Jambi
Polda Jambi dan Polresta Jambi menegaskan komitmen untuk mencegah berkembangnya geng motor dan aksi berandalan bermotor di wilayah Jambi.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, S.I.K., M.Si. menegaskan kepolisian berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta melakukan tindakan tegas terhadap aksi kekerasan di jalanan. “Bapak Kapolda juga kemarin menyampaikan, bahwa tidak ada tempat bagi geng motor di jambi,” ujar Erlan.
Lebih lanjut, masyarakat diminta ikut menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi tawuran maupun tindak kriminal.

