Pada hari pertama penelitian, sebanyak 20 peserta menerima VH-499 dalam bentuk tablet dengan tiga tingkat dosis berbeda, yakni 25 mg, 100 mg, dan 250 mg.

Sebagian peserta lainnya mendapatkan plasebo sebagai kelompok pembanding.

Pada hari ke-11, seluruh peserta kemudian mulai mendapatkan rejimen terapi antiretroviral standar.

Viral Load Dilaporkan Menurun

Hasil penelitian menunjukkan peserta yang mendapatkan VH-499 mengalami penurunan viral load selama periode pengujian.

Penurunan terbesar ditemukan pada kelompok yang mendapatkan dosis VH-499 paling tinggi.

Sebaliknya, kelompok yang menerima plasebo tidak menunjukkan perubahan viral load yang sebanding selama periode tersebut.

Temuan ini menunjukkan VH-499 memiliki aktivitas antivirus terhadap HIV-1 sekaligus memberikan dasar bagi para peneliti untuk melanjutkan pengembangan obat ke tahap berikutnya.

“Kami menunjukkan bahwa VH-499 memiliki aktivitas antivirus yang sangat ampuh, ditoleransi dengan baik, dan memiliki profil keamanan yang menguntungkan pada orang dewasa dengan HIV-1 yang belum pernah menjalani terapi antiretroviral,” demikian kesimpulan para peneliti.

Meski hasil awal tersebut menjanjikan, VH-499 masih merupakan obat eksperimental dan membutuhkan penelitian klinis lanjutan untuk mengetahui efektivitas, keamanan jangka panjang, dosis optimal, serta potensinya sebagai bagian dari terapi HIV.

Hasil uji klinis awal ini juga belum menunjukkan bahwa VH-499 dapat menyembuhkan HIV. Saat ini, terapi antiretroviral tetap menjadi standar utama untuk menekan jumlah virus dan menjaga kesehatan orang dengan HIV.