JAKARTA — Royal Betrothal menjadi drama China berlatar kerajaan yang menyuguhkan perpaduan intrik politik, pemberantasan korupsi, hingga perjalanan perempuan menembus struktur pemerintahan.

Drama yang dibintangi Wu Jinyan dan Chen Zheyuan tersebut sejak episode awal menghadirkan sejumlah konflik, mulai dari skandal kecurangan ujian kerajaan hingga persoalan internal militer.

Cerita juga menampilkan perlawanan terhadap kelompok kriminal geng Huxiao yang disokong Perdana Menteri Kiri Xu Ting (Lu Xing).

Di tengah konflik tersebut, hadir Meng Tinghui yang diperankan Wu Jinyan dan kaisar muda Ying Gua yang dimainkan Chen Zheyuan.

Royal Betrothal juga menjadi comeback Wu Jinyan setelah melahirkan sekaligus mempertemukannya kembali dengan Liang Yongqi setelah The Double.

Berikut lima fakta dan hal menarik dari drama China Royal Betrothal.

1. Intrik Politik dan Pemberantasan Korupsi Jadi Konflik Utama

Salah satu daya tarik Royal Betrothal adalah konflik politik yang berpusat pada upaya pemberantasan korupsi di lingkungan kerajaan.

Kaisar muda Ying Gua (Chen Zheyuan) melakukan penyamaran dan lebih dikenal dengan nama He Du ketika menyelidiki dugaan korupsi serta penyelundupan senjata prajurit kerajaan.

Penyelidikan tersebut mengarah kepada Perdana Menteri Kiri Xu Ting yang memegang kendali atas enam kementerian dalam pemerintahan.

Kekuasaan itu membuat Xu Ting memiliki pengaruh yang sangat besar.

Korupsi juga telah mengakar dengan para anak buah yang sangat loyal kepadanya.

Situasi tersebut membuat Ying Gua berusaha membongkar jaringan itu sekaligus mencari bukti kuat untuk mencabut pengaruh Xu Ting hingga ke akar.

Konflik inilah yang membawa Royal Betrothal tidak hanya berkutat pada hubungan antarkarakter, tetapi juga pertarungan kekuasaan di lingkungan kerajaan.