Permodalan Sangat Kuat

Fitch juga memberikan penilaian positif terhadap struktur permodalan Bank Jambi.

Rasio Common Equity Tier 1 (CET1) Bank Jambi tercatat mencapai 43,6 persen pada Maret 2026.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata Bank Pembangunan Daerah sebesar 24,7 persen maupun rata-rata industri perbankan nasional sebesar 23,9 persen.

Selain itu, Fitch memperkirakan lingkungan operasional perbankan Indonesia masih tetap resilien dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,1 persen pada 2026 dan 5,0 persen pada 2027.

Dampak Insiden Siber Dinilai Sementara

Dalam laporannya, Fitch juga mencatat adanya potensi tekanan terhadap profitabilitas Bank Jambi akibat insiden siber yang sempat terjadi.

Namun, lembaga pemeringkat tersebut menilai dampaknya hanya bersifat sementara dan memperkirakan kinerja Bank Jambi akan kembali pulih mulai 2027, dengan tingkat profitabilitas yang tetap berada pada level kuat.

Fitch menambahkan peluang kenaikan peringkat dalam waktu dekat masih relatif terbatas.

Meski demikian, peringkat Bank Jambi berpotensi kembali meningkat apabila mampu memperluas pangsa pasar, melakukan diversifikasi bisnis, serta mempertahankan kualitas kinerja keuangan.

Sebaliknya, penurunan peringkat dapat terjadi apabila kualitas aset mengalami penurunan signifikan, termasuk apabila rasio kredit bermasalah meningkat di atas 3 persen secara berkelanjutan sehingga berdampak pada profitabilitas.

Dengan peningkatan menjadi A+(idn) dan Outlook Stabil, Fitch menilai Bank Jambi memiliki fundamental keuangan yang kuat dengan prospek bisnis yang tetap positif.