“Orang-orang ini memiliki kebutuhan besar akan teman,” kata Tam.

Perusahaan mengklaim telah menerima lebih dari 13.300 pre-order. Pengiriman robot dijadwalkan mulai September.

Versi dasar U1 saat ini baru dapat menggerakkan kepala, mata, dan mulut dengan daya tahan baterai hingga empat jam.

Menurut UBTech, robot tersebut belum mampu melakukan pekerjaan rumah tangga atau memasak dan “untuk saat ini” tidak dirancang untuk hubungan intim.

Meski demikian, U1 diklaim mampu berdiskusi mengenai keseharian pengguna, mengingatkan jadwal minum obat, membantu mendeteksi potensi masalah kesehatan, hingga menemani pengguna menonton pertandingan Piala Dunia.

Robot AI Mulai Digunakan sebagai Pendamping

Penggunaan AI generatif untuk membantu mengatasi kesepian juga mulai dilakukan di negara lain.

Di Korea Selatan, boneka bertenaga ChatGPT digunakan di sejumlah panti jompo. Sementara itu, perangkat AI berbentuk lampu bernama ElliQ menawarkan layanan pendampingan dan pemantauan keselamatan.

Analis Kepala Omdia yang berbasis di Singapura, Lian Jye Su, menilai robot pendamping memiliki manfaat meski pasarnya masih terbatas, seperti untuk perawatan lansia atau kesehatan mental.

Namun, ia menekankan robot semacam itu harus mampu melewati tantangan fenomena uncanny valley.

Istilah tersebut merujuk pada rasa tidak nyaman yang muncul ketika manusia berinteraksi dengan objek buatan yang memiliki kemiripan sangat dekat dengan manusia.

Tantangan tersebut perlu diatasi agar robot dapat diterima secara fisik maupun emosional oleh penggunanya.