“Saya memang setiap minggu, tiga hari, diperintah Bapak Presiden untuk keliling Indonesia memastikan gabah tidak boleh di bawah Rp6.500,” katanya.
Selain memantau harga gabah, Zulhas turut memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan lancar menjelang musim tanam. Menurutnya, kondisi stok pupuk nasional saat ini berada dalam posisi aman dan bahkan mengalami surplus produksi.
“Pupuk aman. Bahkan sekarang produksinya lebih. Stok kita ada lebih dari satu juta ton secara nasional,” ujarnya.
Berdasarkan data hingga 9 Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk subsidi telah mencapai 4,3 juta ton atau sekitar 44 persen dari total alokasi nasional sebesar 9,8 juta ton.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 9,5 juta ton dialokasikan untuk sektor pertanian, sedangkan sekitar 295 ribu hingga 300 ribu ton diperuntukkan bagi sektor perikanan.
Pemerintah berharap kebijakan jaminan harga gabah dan ketersediaan pupuk yang memadai dapat mendukung produktivitas petani sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

