Meski mengalami penurunan secara tahunan, perusahaan optimistis terhadap prospek penjualan pada kuartal berikutnya. Untuk periode yang berakhir Juni 2026, XPeng memperkirakan pengiriman kendaraan akan berada pada kisaran 100.000 hingga 106.000 unit.

CEO XPeng, He Xiaopeng, mengatakan perusahaan telah memulai momentum pertumbuhan melalui peluncuran model terbaru.

“Kami memulai momentum ini dengan peluncuran sukses model GX. Tahun ini XPeng akan menghadirkan empat model baru yang akan mendukung pertumbuhan penjualan yang kuat,” ujarnya.

Kerugian Membesar di Tengah Persaingan Ketat

Di sisi lain, XPeng mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar 1,78 miliar yuan pada kuartal pertama 2026.

Kerugian tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 664 juta yuan. Angka itu juga berbalik dari laba sebesar 383,2 juta yuan yang berhasil dibukukan perusahaan pada kuartal sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan yang masih dihadapi industri kendaraan listrik China, terutama akibat kompetisi harga yang agresif dan perlambatan permintaan pasar.

Sementara itu, saham XPeng yang diperdagangkan di Amerika Serikat tercatat telah turun hampir 19 persen sejak awal tahun. Meski demikian, saham perusahaan sempat mengalami kenaikan tipis pada awal perdagangan setelah laporan kinerja keuangan diumumkan.