“Bahkan saya sering berkonsultasi langsung dengan Gubernur layaknya abang dan adik untuk berkolaborasi dalam membangun Kota Jambi yang juga merupakan ibu kota Provinsi Jambi,” tuturnya.

Maulana menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut telah menghasilkan berbagai capaian nyata, salah satunya pembangunan danau retensi sebagai upaya pengendalian banjir di Kota Jambi.

Ia mengungkapkan, proyek tersebut pada awalnya hanya didukung anggaran sekitar Rp5 miliar. Sementara kebutuhan lahan mencapai 9 hektare dengan total biaya pembangunan lebih dari Rp200 miliar. Karena itu, sinergi antara berbagai pihak menjadi faktor penting agar proyek dapat direalisasikan.

“Walau kekurangan anggarannya cukup besar, kami bisa tutupi berkat kolaborasi. Sekarang danau retensinya bahkan sudah dalam proses pembangunan, dan insyaallah tahun ini bisa selesai,” tegasnya.

Sepanjang acara, suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para tamu menikmati jamuan makan malam sambil berdiskusi santai mengenai berbagai isu pembangunan dan pemerintahan.

Dalam kesempatan yang sama, Wamendagri Bima Arya mengaku selalu memiliki kesan positif setiap kali berkunjung ke Kota Jambi. Menurutnya, pemerintah daerah terus menghadirkan berbagai inovasi yang menarik perhatian pemerintah pusat.

“Saya sangat suka kalau diundang ke Jambi, karena setiap kali saya ke sini, ada saja inovasi wali kota dan wakil wali kotanya,” ungkap Bima Arya.

Ia mencontohkan sejumlah program yang dinilainya inovatif, seperti Retret RT dan Kampung Bahagia yang digagas Pemerintah Kota Jambi.