Pemerintah, aparat, dan masyarakat juga harus membangun ruang dialog yang terbuka agar kepercayaan dapat dibangun kembali.
Prahara Agustus harus menjadi momentum refleksi nasional. Melalui kacamata teori konflik Marx, konflik bukan sesuatu yang harus selalu ditekan, melainkan gejala ketidakadilan struktural yang harus diselesaikan. Masa depan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan kita memperbaiki relasi kekuasaan yang timpang.

Hanya dengan mengakui dan menyelesaikan kontradiksi kelas yang ada, kita dapat mewujudkan negara yang tidak hanya stabil, tetapi juga adil dan dipercaya rakyatnya. Demokrasi yang sehat bukan hanya ditentukan oleh keberadaan institusi negara, melainkan juga oleh tingkat kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.