Kukang Jadi Model Biologi yang Menarik bagi Ilmuwan

Para peneliti juga menyoroti bahwa perubahan DNA akibat aktivitas gen loncat pada manusia dapat memicu kanker.

Karena itu, kemampuan kukang untuk mentoleransi mekanisme tersebut dalam jangka waktu sangat panjang menjadi salah satu aspek yang menarik untuk diteliti lebih mendalam.

“Evolusi telah menjalankan miliaran eksperimen,” kata ahli bioinformatika Marcela Uliano-Silva dari Wellcome Sanger Institute, Inggris.

“Dengan mempelajari hewan-hewan yang tidak biasa seperti kukang, kita terkadang menemukan solusi biologis yang tidak pernah berevolusi pada manusia,” lanjutnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa hewan dengan karakteristik unik seperti kukang dapat memberikan wawasan baru tentang cara tubuh mengelola energi dan bertahan dalam berbagai kondisi biologis yang ekstrem.