Peran Gen Loncat dalam Evolusi Kukang

Para ilmuwan menduga rendahnya kebutuhan energi pada sel-sel tubuh kukang memungkinkan mutasi menumpuk di dalam genom mitokondria mereka yang bekerja lebih lambat dibanding mamalia lain.

Dalam kondisi tersebut, gen loncat diduga berfungsi sebagai mekanisme kompensasi dengan menciptakan jalur genetik alternatif agar tubuh tetap berfungsi secara normal.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hipotesis tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan peran spesifik gen loncat dalam metabolisme kukang.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Biology menyebut sejumlah urutan genetik itu telah bertahan selama sekitar 30 juta tahun. Para peneliti menilai urutan tersebut kemungkinan berasal dari nenek moyang bersama kukang modern setelah spesies itu berpisah jalur evolusi dari trenggiling dan armadilo.

“Kukang memiliki metabolisme paling lambat dari semua mamalia, namun mereka tetap sehat,” ujar Mazzoni.

“Memahami bagaimana mereka mencapai ini bisa mengungkap wawasan baru tentang cara sel mengelola energi secara efisien,” lanjutnya.

Berpotensi Membantu Penelitian Penyakit pada Manusia

Temuan tersebut tidak hanya penting untuk memahami evolusi kukang, tetapi juga dinilai memiliki implikasi bagi kesehatan manusia.

Berbagai kondisi medis, seperti diabetes, gangguan terkait penuaan, penyakit neurodegeneratif, hingga penyusutan otot, berkaitan dengan masalah produksi energi dan fungsi mitokondria.

Sebagai contoh, obesitas dapat memengaruhi kinerja mitokondria, sedangkan gangguan pada organel tersebut telah dikaitkan dengan penyakit Parkinson.

“Meski penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan, lini sel kukang dapat menjadi model alami untuk memahami bagaimana organisme bertahan dalam kondisi energi rendah, dan apa yang salah saat penyakit terjadi,” kata ahli biologi molekuler Pedro Galante dari Hospital Sírio Libanês, Brasil.

Menurut Galante, pemahaman terhadap mekanisme biologis kukang berpotensi mendukung riset preservasi jaringan, perawatan kritis, penuaan, penyakit metabolik, hingga perjalanan luar angkasa jarak jauh.