Dalam jangka panjang, ucapan seperti ini berpotensi menimbulkan rasa tidak aman dan menciptakan jarak emosional dalam hubungan.

3. “Kalau begitu, lebih baik kita putus saja”

Mengancam mengakhiri hubungan saat bertengkar sering kali dilakukan sebagai pelampiasan emosi atau upaya memenangkan perdebatan.

Padahal, kebiasaan ini dapat membuat pasangan merasa hubungan yang dijalani tidak memiliki fondasi yang kuat.

Jika persoalan yang dihadapi memang serius, lebih baik membicarakannya secara terbuka dan mencari jalan keluar bersama daripada menggunakan ancaman yang justru memperburuk keadaan.

4. “Kamu selalu…” atau “Kamu tidak pernah…”

Pernyataan yang terlalu menggeneralisasi cenderung membuat pasangan merasa disalahkan secara sepihak.

Penggunaan kata “selalu” dan “tidak pernah” sering kali mengabaikan berbagai usaha dan hal positif yang pernah dilakukan pasangan.

Sebagai gantinya, jelaskan perilaku tertentu yang membuat Anda merasa kecewa agar pasangan lebih mudah memahami apa yang sedang dirasakan.

5. “Kenapa kamu tidak bisa seperti mantanku?”

Membandingkan pasangan dengan mantan atau orang lain merupakan salah satu hal yang paling berpotensi melukai perasaan mereka.

Kalimat ini dapat membuat pasangan merasa tidak cukup baik dan tidak dihargai atas usaha yang telah dilakukan.

Selain menurunkan rasa percaya diri, perbandingan seperti ini juga dapat memicu kecemburuan, kemarahan, dan ketidakpercayaan dalam hubungan.

6. “Kamu terlalu berlebihan”

Mengatakan pasangan berlebihan saat mereka sedang sedih, marah, atau kecewa dapat membuat mereka merasa emosinya tidak dianggap penting.