Anjuran tersebut juga dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Malik dari Abdullah bin Umar RA:

“Dari Nafi, bahwa Abdullah bin Umar mandi pada hari Idul Fitri sebelum pergi ke tanah lapang untuk sholat.” (HR. Malik)

Meski hadis tersebut membahas Idulfitri, para ulama menerapkannya pula untuk Iduladha karena keduanya termasuk salat hari raya.

Mandi sunah ini dianjurkan bagi seluruh umat Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk perempuan yang sedang haid atau nifas sebagai bentuk menyambut hari raya.

Tata Cara Mandi Sebelum Salat Iduladha

Mengutip buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah) karya Saiful Hadi El Sutha, berikut tata cara mandi wajib yang dapat dijadikan panduan:

  1. Membaca niat mandi Iduladha atau mandi wajib.
    Berikut bacaan niat mandi wajib:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الأَكْبَرِ مِنَ الْجِنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Artinya:
“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala.”

  1. Membaca basmalah.
  2. Mencuci kedua tangan untuk membersihkan kotoran.
  3. Berwudhu seperti sebelum salat.
  4. Membasuh seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan lalu kiri.
  5. Memastikan air merata ke seluruh tubuh.
  6. Membersihkan bagian tubuh yang sering terlewat, seperti sela jari, rambut, telinga, ketiak, dan lipatan kulit.
  7. Dilakukan secara berurutan tanpa ada bagian tubuh yang tertinggal atau kering.

Bagi umat Muslim yang tidak sedang berhadas besar, cukup mandi seperti biasa sebelum melaksanakan salat Iduladha.

Selain mandi, terdapat beberapa sunah lain yang dianjurkan sebelum salat Id, antara lain membersihkan diri, menggosok gigi, memakai pakaian bersih dan rapi, menggunakan parfum secukupnya bagi laki-laki, memperbanyak takbir saat menuju tempat salat, serta menahan makan dan minum hingga salat Id selesai.