Plasencia diketahui menjual 20 vial ketamin beserta alat suntik senilai US$57.000 kepada mereka, sekaligus mengajarkan cara penyuntikannya kepada Iwamasa.
Meski sempat melihat Perry mengalami reaksi tubuh kaku akibat suntikan ketamin, Iwamasa tetap melanjutkan pemesanan obat tersebut. Saat itu, Plasencia bahkan sempat memperingatkan dengan mengatakan, “Jangan lakukan itu lagi.”
Iwamasa kemudian mencari pasokan lain dari Fleming, yang mendapatkan ketamin dari bandar bernama Jasveen Sangha atau yang dikenal dengan julukan “Ketamine Queen.”
Pada 28 Oktober 2023, Iwamasa menyuntikkan sedikitnya tiga dosis ketamin kiriman Sangha yang kemudian berujung pada kematian Perry.
Sementara itu, Sangha, Plasencia, dan Fleming telah lebih dulu dijatuhi hukuman penjara federal masing-masing selama 15 tahun, 2,5 tahun, dan 2 tahun setelah mengaku bersalah dalam kasus narkotika tersebut.
Plasencia juga telah menyerahkan izin praktik kedokterannya pada September 2025.
Pada hari kematian Matthew Perry, Iwamasa sempat menghubungi layanan darurat 911. Namun, ia diketahui menyembunyikan riwayat suntikan ketamin saat menjalani pemeriksaan polisi.
Ia juga terbukti menghilangkan barang bukti terkait penggunaan obat tersebut di rumah Perry beberapa hari sebelum kematian sang aktor. Dalam proses penyelidikan, Iwamasa bahkan sempat menghubungi Fleming untuk memastikan bahwa dirinya telah “menghapus semuanya.”
Tindakan tersebut bertentangan dengan tanggung jawab resminya sebagai asisten pribadi yang bertugas mengatur perawatan medis dan memastikan Perry mengonsumsi obat sesuai resep yang sah.

