JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026), setelah mengalami tekanan cukup dalam pada perdagangan sebelumnya. Meski demikian, investor perlu mencermati potensi koreksi lanjutan serta level support dan resistance yang disampaikan para analis.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Indeks diproyeksikan menguji area 5.046–5.133.
Namun, investor tetap perlu mewaspadai kemungkinan pembalikan arah yang dapat membawa IHSG terkoreksi ke rentang 4.766–4.846.
“Pada timeframe kecil, IHSG diperkirakan berada pada bagian wave iii dari wave (iii) dari wave [v]. Penguatan masih berpeluang berlanjut ke 5.046-5.133, tetapi waspadai pembalikan arah menuju 4.766-4.846,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 4.915 dan 4.754, serta resistance di 5.318 dan 5.563 pada perdagangan hari ini.
Ia juga menyampaikan sejumlah saham yang menjadi perhatian, yakni AADI, ADRO, ANTM, dan TAPG.
Analis Lain Waspadai Pelemahan IHSG
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Menurutnya, tren koreksi indeks diperkirakan belum berakhir.
Meski demikian, peluang rebound tetap terbuka apabila IHSG mampu bertahan di atas level 4.737 pada penutupan mingguan. Jika kondisi tersebut terpenuhi, indeks berpeluang mengalami pemulihan, meskipun penguatannya diperkirakan terbatas.

