“IHSG hampir mencapai target Fibonacci 200 persen di level 4.737 sebagai proyeksi subwave iii dari wave v. Jika penutupan mingguan bertahan di level 4.737 atau lebih tinggi, indeks diharapkan dapat mengalami rebound,” ujar Ivan.
Ivan memperkirakan IHSG memiliki level support di 4.900, 4.767, dan 4.629. Sementara itu, level resistance berada di 5.068, 5.167, dan 5.328.
Ia juga merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati investor, yaitu INCO, JPFA, PGAS, dan PGEO.
Perbedaan proyeksi kedua analis menunjukkan bahwa arah IHSG masih perlu dicermati. Peluang penguatan jangka pendek tetap ada, tetapi risiko koreksi lanjutan belum sepenuhnya hilang.
IHSG Melemah 3,64 Persen pada Perdagangan Sebelumnya
Pada penutupan perdagangan Senin (19/10/2026), IHSG berada di level 4.996. Indeks melemah 188,49 poin atau 3,64 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Mengutip data RTI Infokom, nilai transaksi saham mencapai Rp25,06 triliun. Volume perdagangan tercatat sekitar 33,93 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,61 juta kali.
Pada akhir perdagangan tersebut, sebanyak 656 saham mengalami penurunan, 100 saham menguat, dan 43 saham bergerak stagnan.
Tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor dalam mencermati pergerakan IHSG hari ini. Investor dapat mempertimbangkan perkembangan pasar dan level teknikal, sekaligus tetap memperhitungkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

