Surabaya — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di empat kawasan gunung dan pegunungan di Jawa Timur hingga Senin (19/10). Api terpantau di kawasan Gunung Bromo, Gunung Sigiran, Gunung Arjuno-Welirang atau Ringgit, serta kawasan Tamankursi di Situbondo. Angin kencang dan medan yang sulit dijangkau menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengatakan kebakaran di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, telah menghanguskan lahan seluas 75,37 hektare.

Kebakaran yang bermula dari Bukit Kembang pada Kamis (15/10) tersebut masih menyisakan kepulan asap dan titik api. Petugas gabungan kini berfokus memutus penyebaran api yang meluas akibat embusan angin kencang.

“Kondisi saat ini masih terdapat kepulan asap dan api cukup besar. Kendala utama di lapangan adalah kondisi angin yang cukup kencang, sehingga api cepat meluas. Tim gabungan akan terus melanjutkan upaya pemadaman di kawasan Bromo,” kata Satriyo.

Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut sebelumnya juga menewaskan empat personel petugas gabungan dan menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka berat.

“Luasan wilayah yang terbakar 75,37 hektare,” ucapnya.

Kebakaran Gunung Sigiran Terkendala Medan Terjal

Selain Bromo, karhutla juga melanda kawasan Gunung Sigiran, Kabupaten Mojokerto. Titik api yang muncul di atas Surga Cendono sejak pekan lalu masih terpantau hingga Senin (19/10).

Menurut Satriyo, kondisi topografi pegunungan yang ekstrem menyulitkan petugas menjangkau pusat kebakaran. Karena itu, penanganan dilakukan dengan memprioritaskan pencegahan rambatan api di area yang lebih mudah dijangkau.