“Kami tidak bisa melakukan upaya pemadaman secara manual dikarenakan lokasi titik api yang sulit dijangkau dan medan yang curam. Tim gabungan akan melanjutkan pemadaman manual yang dapat dijangkau melalui jalur darat serta membuat ilaran dan sekat bakar,” ujar Satriyo.

Pembuatan ilaran dan sekat bakar menjadi bagian dari upaya untuk membatasi penyebaran api, terutama pada area yang tidak memungkinkan dijangkau langsung oleh petugas.

Titik Api Masih Terpantau di Gunung Ringgit

Kebakaran juga masih terjadi di kawasan Arjuno-Welirang, tepatnya di Gunung Ringgit, Kabupaten Pasuruan. Api terdeteksi sejak Jumat (16/10) dan hingga kini masih menyisakan sejumlah titik kebakaran.

Ratusan personel gabungan dari BPBD, Tahura, Perhutani, serta elemen masyarakat masih bersiaga untuk menahan laju penyebaran api.

“Hingga kini masih terpantau titik hotspot dan titik api di wilayah Gunung Ringgit. Tim gabungan hari ini akan melanjutkan penanganan di lokasi kejadian dengan melakukan giat pemadaman secara manual dan pembuatan sekat bakar di area yang dapat dijangkau,” ucap Satriyo.

Upaya pemadaman dilakukan secara manual pada lokasi yang dapat dijangkau. Petugas juga membuat sekat bakar untuk membantu membatasi rambatan api.

Tiga Titik Api Terpantau di Situbondo

Sementara itu, Satriyo menyampaikan bahwa tiga titik api terpantau di kawasan Tamankursi, Situbondo. Sebagian kebakaran juga meluas ke wilayah Probolinggo dan Jember.

Personel BPBD Provinsi Jawa Timur bersama tim BPBD Kabupaten Situbondo melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Tim gabungan juga melanjutkan pemantauan jarak jauh terhadap kondisi kebakaran.