Jakarta — Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk mempercepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjamin ketersediaan ayam, telur, dan susu bagi kebutuhan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan ekosistem peternakan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industri peternakan nasional.
Tahap awal pembangunan mencakup lima kawasan yang berada di Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2,2 triliun untuk pembangunan di lima kawasan tersebut.
“Lima pabrik pakan, DOC dan seterusnya itu selesai tahun depan. Insyaallah lima ini diresmikan tahun depan,” ujar Amran saat kunjungan kerja di Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9) lalu, seperti dikutip dari keterangan resmi.
Menurut Amran, total anggaran yang dipersiapkan pemerintah mencapai sekitar Rp17 triliun. Namun, dana tersebut tidak hanya dialokasikan untuk lima kawasan yang menjadi tahap awal pembangunan.
“Anggarannya sudah turun, beliau (Presiden) sudah tanda tangan Rp2,2 triliun untuk lima. Total anggaran yang dipersiapkan pemerintah sekitar Rp17 triliun, tetapi bukan di sini saja,” ujarnya.
Amran mengatakan pembangunan lima kawasan tersebut ditargetkan rampung pada tahun depan. Pemerintah juga telah menyelesaikan administrasi dan anggaran untuk mempercepat pekerjaan di lapangan.
“Sudah bor-bor. Targetnya tahun depan selesai. Administrasinya sudah selesai, anggarannya juga sudah selesai. Yang penting selesai dulu,” tegasnya.

