Manduamas — Upaya memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan sumber daya lokal terus dilakukan di wilayah pesisir Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah. Yonif TP 905/Tuan Syah bersama Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar melalui Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (PUSTAKA NOMMENSEN) mengkaji potensi air laut sebagai bahan baku pengembangan garam rakyat.
Kajian tersebut dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan kelayakan air laut di wilayah pesisir Manduamas sebagai bahan baku produksi garam. Pengkajian tidak hanya dilakukan melalui observasi lapangan, tetapi juga dilanjutkan dengan pengambilan sampel untuk dianalisis secara ilmiah di laboratorium.
Danyonif TP 905/Tuan Syah, Letnan Kolonel Inf Sabar Marihot Simanjuntak, S.Hub.Int., M.Tr.Mil., mengatakan potensi sumber daya lokal perlu dilihat sebagai bagian dari kekuatan ketahanan pangan sekaligus peluang pemberdayaan masyarakat.
“Potensi lokal perlu kita lihat dan kembangkan. Karena itu, kami mendorong potensi garam rakyat ini dikaji secara ilmiah bersama perguruan tinggi agar dapat diketahui potensinya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, wilayah pesisir Manduamas memiliki sumber daya air laut yang berpotensi dimanfaatkan. Namun, kualitas air laut sebagai bahan baku garam tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan kondisi yang terlihat secara kasat mata.
Karena itu, penelitian bersama perguruan tinggi diperlukan untuk mengetahui karakteristik air laut secara lebih objektif melalui analisis laboratorium.

