KOTA JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly mengapresiasi keberhasilan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat sekitar dua kilogram melalui Bandara Sultan Thaha Jambi.

Kasus tersebut terungkap setelah petugas BNNP Jambi menangkap seorang pria berinisial M (21), warga Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, yang diduga membawa sabu menggunakan jalur penerbangan menuju Jambi.

Kemas Faried menyampaikan penghargaan kepada Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin beserta seluruh jajaran atas keberhasilan mengungkap kasus tersebut.

“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen dan keseriusan aparat dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di Provinsi Jambi,” ujar Kemas Faried, Selasa (21/7/2026).

Minta Pengungkapan Jaringan Dilakukan hingga Tuntas

Kemas Faried menegaskan proses penyidikan harus dilakukan secara menyeluruh agar jaringan yang berada di balik penyelundupan narkotika tersebut dapat diungkap.

Menurutnya, penegakan hukum sepenuhnya menjadi kewenangan BNN bersama aparat penegak hukum lainnya.

“Kita tentu menyerahkan sepenuhnya proses penyidikan dan penegakan hukum kepada BNN bersama aparat terkait hingga tuntas, sehingga jaringan di balik peredaran narkotika ini dapat diungkap secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

Dorong Evaluasi Sistem Keamanan Bandara

Selain memberikan apresiasi, Kemas Faried meminta pengelola Bandara Sultan Thaha Jambi, Angkasa Pura, maskapai penerbangan, serta seluruh instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan bandara.

Ia menilai keamanan di kawasan bandara merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem penerbangan.

“Keamanan bandara bukan hanya tanggung jawab petugas pemeriksaan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh ekosistem penerbangan. Evaluasi berkala, penambahan personel sesuai kebutuhan, peningkatan koordinasi antarinstansi, serta penguatan intelijen di kawasan bandara harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Kemas Faried juga mendorong peningkatan pemeriksaan barang bawaan penumpang, optimalisasi penggunaan teknologi deteksi, serta penguatan koordinasi antara Angkasa Pura, BNN, Kepolisian, Bea Cukai, dan instansi terkait lainnya.