JAKARTA – Kebiasaan melakukan banyak aktivitas sekaligus, seperti makan sambil menonton, membaca sambil mendengarkan musik, atau bekerja dengan membuka berbagai aplikasi secara bersamaan, kini menjadi hal yang umum dilakukan banyak orang.

Namun, kebiasaan tersebut membuat otak jarang memiliki kesempatan untuk benar-benar fokus pada satu aktivitas. Akibatnya, kemampuan konsentrasi dapat menurun karena otak terus-menerus menerima berbagai distraksi.

Tanpa disadari, kondisi itu juga dapat membuat otak lebih cepat lelah dan kurang optimal dalam memproses informasi.

Sebuah penelitian berjudul Effect of Expressive Writing on Neural Processing During Learning menemukan bahwa solusi sederhana seperti menulis selama 10 menit dapat memberikan dampak langsung terhadap cara kerja otak.

Dalam penelitian tersebut, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Sebagian peserta diminta menulis selama 10 menit mengenai pengalaman emosional, pengalaman sulit, atau kegagalan yang pernah dialami. Sementara kelompok lainnya diminta menulis topik yang bersifat netral.

Setelah sesi menulis selesai, aktivitas otak para peserta dipantau menggunakan pemindaian MRI saat mereka menjalani tugas pembelajaran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang melakukan expressive writing atau menulis tentang pengalaman emosional mengalami perubahan aktivitas pada sejumlah area otak yang berkaitan dengan proses belajar, pemrosesan umpan balik, dan motivasi.

Area otak seperti striatum dan mid cingulate cortex (MCC), yang berperan dalam pengambilan keputusan serta respons terhadap umpan balik, menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi.